Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Monday, April 9, 2018

Xiaomi Siapkan 2 Ponsel Snapdragon 670, "Sirius" Dan "Comet"

Qualcomm hingga saat ini belum meresmikan chipset kelas menengah, Snapdragon 670. Walaupun begitu, sudah beredar kabar bahwa Xiaomi telah menyiapkan 2 ponsel terbaru yang akan menggunakan processor tersebut.

Masing-masing ponsel tersebut diberi dengan kode name "Comet" dan "Sirius". Hal ini diungkapkan pertama kali oleh ketua komunitas pengembang aplikasi XDA Developers, Mishaal Rahman dalam twit di Twitter personalnya @MishaalRahman.

"Xiaomi saat ini telah menyiapkan 2 perangkat yang akan menggunakan Snapdragon 670 yaitu "Comet" dan "Sirius".
Xiaomi Siapkan 2 Ponsel Snapdragon 670, "Sirius" Dan "Comet"
Xiaomi Siapkan 2 Ponsel Snapdragon 670, "Sirius" Dan "Comet"

Hingga saat ini belum ada bocoran yang banyak mengenai spesifikasi dari Comet dan Sirius begitu juga dengan nama komersil yang digunakan oleh Xiaomi ketika di luncurkan nanti. Akan tetapi menurut asumsi banyak pihak kedua perangkan tersebut kemungkinan akan mengusung nama Mi Note 4 dan Mi Max 3.

Penggunaan nama Mi Note dan Mi Max tersebut tidak lepas dari penggunaan processor Snapdragon 660 dan 625 pada perangkat versi sebelumnya sehingga kemungkinan Xiaomi kemungkinan akan memilih nama tersebut untuk melanjutkan produk yang terdahulunya.

Selain nama kode dari perangkat Xiaomi, Mishall juga membocorkan arsitektur yang digunakan oleh Qualcomm dalam membangun processor nya tersebut. Jika pada versi sebelumnya digunakan 4+4 core dengan cluster besar dan kecil maka pada Snapdragon 670 ini digunakan 2+6 yang dimana cluster kecil memiliki lebih banyak inti daripada cluster besar.

Bocoran ini hingga saat ini belum dipastikan validitas nya karena belum ada bocoran dari Xiaomi atau Snapdragon.

Saturday, April 7, 2018

Hati-Hati!!!! Aplikasi WhatsApp Palsu Curi Data Pribadi

Aplikasi populer yang banyak di gunakan oleh orang selalu menjadi sasaran atau target dari para pelaku kejahatan cyber. Salah satu kejahatan tersebut adalah dengan memalsukan aplikasi tersebut yang dimana saat ini tengah menimpa WhatsApp. Aplikasi palsu ini di sinyalir dapat mencuri data-data sensitif dari orang yang memasang aplikasi ini.

Penelitan yang dilakukan oleh Malwarebytes mengungkapkan bahwa saat ini telah beredar aplikasi WhatsApp palsu yang diberi nama WhatsApp Plus. Aplikasi ini tidak ditemukan di Google Play Store dan Apple App Store akan tetapi ditemukan dibeberapa blog dan forum online.

Para pengguna yang memasang aplikasi palsu ini dan menjalankannya akan disapa oleh logo dari WhatsApp yang memiliki warna emas. Dihalaman tersebut akan ditemukan opsi untuk menyetujui semua ketentuan dan tombol untuk melanjutkan.
Hati-Hati!!!! Aplikasi WhatsApp Palsu Curi Data Pribadi
Hati-Hati!!!! Aplikasi WhatsApp Palsu Curi Data Pribadi

Jika tombol hijau tersebut di pilih atau di-tap, pengguna akan menerima notifikasi bahwa aplikasi tersebut merupakan WhatsApp versi lama sehingga pengguna akan diberikan pilihan untuk mengunjungi Google Play Store untuk dapat mendownload versi terbaru atau memilih tombol "Download".

Dari rata-rata kasus yang ditemukan, para pengguna cenderung memilih pilihan Download karena tidak ingin repot berganti halaman ke Play Store atau App Store. Menu Download itu sendiri membawa pengguna ke sebuah halaman yang berisi basaha Arab. Malwarebytes sendiri menyebutkan bahwa aplikasi ini menawarkan fitur yang tidak ada di aplikasi WhatsApp seperti menjalankan 4 akun WhatsApp berbeda dalam 1 perangkat dan juga menyembunyikan notifikasi ketika sedang mengetik.

Yang perlu ditekankan bahwa iming-iming tersebut tidaklah benar dan hanya akal bulus dari pelaku untuk menjerat korban. Dari lama Express, aplikasi ini terbukti mencuri informasi personal korban seperti nomor ponsel, nama hingga pesan yang diterima dan dikirim oleh korban.

Tidak diketahui siapa pembuat aplikasi ini. Malwarebytes sendiri tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa aplikasi ini dibuat oleh develop Arab hanya karena halaman utama dari aplikasi ini menggunakan tulisan arab.

Sunday, April 1, 2018

Eks Karyawan Uber Menjadi Buruan Raksasa e-Commerce

Setelah Uber di akuisisi oleh Grab, para pegawai Uber yang dikhawatirkan akan terkatung-katung sepertinya tidak terjadi karena para mantan pegawai atau karyawan Uber tersebut menjadi rebutan para perusahaan startup Indonesia terutama yang bergerak di e-Commerce seperti Lazada.

Sebelumnya Beredar poster digital yang berisi undangan bagi para karyawan Uber untuk bekerja di Lazada.

"Lazada selalu membuka kesempatan bagi para putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dengan keluarga besar Lazada Indonesia," kata Chief Marketing Office Lazada Indonesia, Achmad Alkatiri.
Eks Karyawan Uber Menjadi Buruan Raksasa e-Commerce
Eks Karyawan Uber Menjadi Buruan Raksasa e-Commerce

Dalam poster tersebut, Lazada menawarkan kepada para karyawan Uber untuk melakukan interview di kantor Lazada yang berada di Agro Plaza pada 2 April 2018 mendatang.

Lazada menekankan bahwa tawaran kerja tersebut hanya berlaku untuk semua mantan karyawan Uber untuk semua latar belakang keahlian dan beroperasi di wilayah Indonesia saja.

Perburuan karyawan Uber tersebut juga dilakukan perusahaan startup di bidang pangan, HappyFresh. Perusaha tersebut menjadi salah satu perusahaan yang merebut perhatian karyawan Uber.

Setelah di akusisi oleh Grab, para karyawan Uber di area Asia Tenggara terlihat menggantung. Sebelumnya Grab telah menyatakan ketersediaan untuk menampung mereka akan tetapi hanya terbatas untuk para pegawai tetap. Di Indonesia sendiri, jumlah karyawan Uber diperkirakan sekitar 300 orang dengan 100 orang berstatus sebagai pegawai tetap dan 200 orang sisanya berstatus tidak tetap.